Last Updated on 15 Juli 2025 by Maelle
Banyak peralatan, perkakas, mainan, dan elektronik menggunakan baterai, sehingga lebih mudah dibawa. Baterai isi ulang telah menjadi pilihan daya yang populer karena daya tahannya yang lebih lama dan dianggap “lebih ramah lingkungan” dibandingkan pilihan baterai lainnya. Namun, baterai isi ulang pun pada akhirnya akan kehilangan dayanya. Baterai isi ulang dapat diperbaiki dengan menyetrumnya dengan tegangan tinggi, sebuah konsep yang mirip dengan aki mobil. Itulah sebabnya tout-reparer.fr menawarkan panduannya: Cara Memperbaiki Baterai Isi Ulang. Langkah-Langkah untuk Menggunakan Kembali Baterai Isi Ulang:Langkah 1 Kumpulkan baterai isi ulang Anda yang sudah habis. Periksa tingkat dayanya dengan penguji baterai atau multimeter digital untuk memastikan baterai telah benar-benar habis. Langkah 2
Gunakan pengisi daya AC/DC 12 volt, 5 amp untuk memperbaiki baterai isi ulang. Dengan mengambil tindakan pencegahan keamanan yang tepat (lihat peringatan), letakkan penjepit hitam pengisi daya di sisi negatif baterai.
Langkah 3
Ketuk perlahan ujung positif baterai sekali atau dua kali dengan penjepit merah pengisi daya 12 volt. Percikan api mungkin keluar dari ujung baterai. Langkah 4 Setelah mengetuk baterai isi ulang, pasang kedua klem pada ujung positif dan negatif baterai yang sesuai dan tahan hingga tiga detik.
Uji kembali daya baterai isi ulang menggunakan penguji baterai atau multimeter digital. Ulangi proses ini hingga baterai terisi penuh.
Cara Memperbaiki Baterai Isi Ulang yang Mati
Barang yang Anda Butuhkan
Freezer
Baterai Isi Ulang yang Mati
Bungkus Plastik
Aluminium Foil

Multimeter Digital atau Penguji Baterai
Pengisi daya AC/DC 12 volt
- Sarung tangan pelindung
- Kacamata pengaman
- Baterai isi ulang digunakan untuk memberi daya pada banyak game, mainan, dan perangkat. Keluarga bisa menghabiskan banyak uang hanya untuk menjaga agar pengontrol konsol game mereka tetap berfungsi. Sayangnya, baterai isi ulang pun tidak bertahan selamanya. Ada beberapa trik yang bisa dicoba saat mencoba menghidupkan kembali baterai isi ulang yang lama atau mati. Hanya karena baterai isi ulang sudah mati, bukan berarti Anda harus membuangnya.
- Menghidupkan Kembali Baterai Isi Ulang yang Mati
- Bungkus setiap baterai isi ulang yang mati satu per satu dengan plastik pembungkus. Satukan baterai isi ulang yang dibungkus foil dan tutup rapat. Simpan baterai isi ulang yang sudah habis dayanya di dalam freezer semalaman. Keluarkan baterai isi ulang yang sudah habis dayanya dari freezer. Biarkan hingga mencapai suhu ruangan. Periksa daya di setiap baterai menggunakan penguji baterai atau multimeter. Jika baterai belum terisi ulang, Anda mungkin perlu mengisi ulangnya.
- Mengisi Ulang Baterai Isi Ulang
- Kumpulkan semua baterai isi ulang yang sudah mati yang ingin Anda hidupkan kembali. Identifikasi kutub positif dan negatif baterai. Ujung positif selalu terangkat, sedangkan ujung negatifnya datar. Kenakan semua perlengkapan keselamatan, termasuk kacamata pengaman, sarung tangan, dan baju lengan panjang.
- Temukan klem merah dan hitam pada pengisi daya AC/DC 12 volt. Pasang klem hitam pada ujung negatif baterai.
Tahan klem hitam pada terminal negatif baterai. Ambil klem merah dan ketuk ringan ujung positif baterai. Percikan api dapat terjadi pada titik ini. Ketuk kembali klem merah untuk mencapai ujung positif baterai dan tahan tidak lebih dari dua detik.Lepaskan semua klem dan uji daya baterai dengan multimeter atau penguji baterai.
Tips
Selalu kenakan pelindung mata, kulit, dan tangan.
Peringatan
Prosedur ini berbahaya. Siapa pun yang mencoba proses ini berisiko cedera dan/atau kerusakan properti. Proses pengisian ulang harus dilakukan oleh orang yang paham kelistrikan.Ada risiko kebakaran, ledakan, dan percikan asam baterai selama proses pengisian.
Cara Menguji Baterai 1,5 Volt dengan Voltmeter
Kebanyakan baterai yang digunakan pada mainan dan perangkat elektronik adalah baterai alkaline 1,5 volt. Baterai ini, yang umumnya disebut sebagai A, AA, AAA, C, dan D, tersedia dalam berbagai ukuran tetapi semuanya memiliki tegangan yang sama. Jika rumah tangga Anda seperti kebanyakan rumah tangga lainnya, Anda memiliki beberapa baterai ini, dan Anda mungkin lupa mana yang masih bagus dan mana yang sudah tidak terisi daya. Anda dapat menggunakan voltmeter untuk mengujinya dengan cepat.
Langkah 1
Nyalakan voltmeter dan atur rentang voltmeter ke 2 volt DC.
Langkah 2
Letakkan baterai di permukaan yang rata dan stabil agar tidak menggelinding saat dijatuhkan. Anda membutuhkan kedua tangan untuk menguji baterai.
Langkah 3
Letakkan kabel positif (biasanya merah) voltmeter pada terminal positif baterai. Terminal positif baterai terletak di ujung yang ditandai dengan simbol “+”.
Langkah 4
Letakkan kabel negatif (biasanya hitam) voltmeter pada terminal negatif baterai. Terminal negatif baterai terletak di ujung yang ditandai dengan simbol “-“.

Perhatikan tegangan yang tertera pada voltmeter. Baterai baru dapat menunjukkan tegangan hingga 1,58 volt. Baterai yang menunjukkan tegangan di bawah 1,3 volt mungkin mulai menunjukkan penurunan kinerja, dan baterai di bawah 1,0 volt harus diganti.
Anda sekarang memiliki semua informasi yang dibutuhkan untuk memperbaiki baterai isi ulang! Seluruh tim tout-reparer.fr siap membantu Anda di kolom komentar blog.
